Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) resmi meluncurkan proyek ambisius pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus pada Rabu, 9 April 2026. Proyek senilai Rp 47 miliar ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan standar akademik, dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) sebagai pilot project utama.
Peluncuran proyek ini dilakukan secara resmi di Gedung Rektorat Kampus Utama Unismuh Kendari, jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pondok, Kecamatan Mandonga, Kendari. Dalam acara tersebut hadir Rektor Unismuh Kendari beserta para wakil rektor, ketua lembaga, kepala bagian infrastruktur, dan perwakilan dari konsultan perencana proyek.
Latar Belakang Strategis Pembangunan
Kebutuhan akan peningkatan infrastruktur kampus telah menjadi isu krusial yang dihadapi Unismuh Kendari selama beberapa tahun terakhir. Seiring dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dan perkembangan standar akreditasi pendidikan nasional, institusi ini merasakan urgensi untuk memperbaharui fasilitas akademik yang ada.
Direktur Lembaga Penjaminan Mutu Unismuh Kendari, Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.T., mengungkapkan bahwa LPM sebagai lembaga yang bertanggung jawab menjaga kualitas akademik universitas telah mengidentifikasi sejumlah kelemahan infrastruktur yang menghambat operasionalnya. “Kami membutuhkan kantor yang lebih representative, fasilitas meeting yang memadai, dan teknologi informasi yang terintegrasi untuk melaksanakan tugas akreditasi dan penjaminan mutu dengan optimal,” ujar Dr. Bambang dalam kesempatan peluncuran proyek.
Penilaian kebutuhan infrastruktur ini dilakukan melalui studi kelayakan yang komprehensif selama enam bulan, melibatkan berbagai stakeholder internal maupun eksternal. Hasil studi menunjukkan bahwa investasi dalam peningkatan infrastruktur akan berdampak signifikan terhadap efektivitas proses quality assurance di tingkat universitas.
Spesifikasi Proyek Pembangunan
Proyek pembangunan yang dirancang oleh tim arsitek dan konsultan internasional mencakup beberapa komponen utama. Pertama, pembangunan Gedung Lembaga Penjaminan Mutu berlantai tiga dengan luas total 1.850 meter persegi. Gedung ini akan dilengkapi dengan ruang kepala lembaga, ruang kerja staf, ruang audit internal, perpustakaan digital, ruang meeting berstandar internasional, dan center data management.
Kedua, proyek ini mencakup peningkatan infrastruktur jaringan kampus dengan pemasangan fiber optik kecepatan tinggi di seluruh area kampus utama. Investasi pada infrastruktur digital ini dirancang untuk mendukung transformasi digital Unismuh Kendari dan memfasilitasi pembelajaran hybrid yang semakin relevan di era modern.
Ketiga, pembangunan fasilitas pendukung yang meliputi area parkir bertingkat untuk mahasiswa dan dosen, taman kampus yang lebih hijau dan nyaman, serta fasilitas amphitheater outdoor dengan kapasitas 500 orang untuk kegiatan akademik dan kemahasiswaan.
Keempat, renovasi dan upgrade fasilitas laboratorium komputer yang akan ditempatkan dalam Gedung LPM untuk mendukung kegiatan audit akademik berbasis teknologi. Kelima, pembangunan mini library dan study lounge di sekitar Gedung LPM yang dapat diakses oleh seluruh civitas akademika universitas.
Waktu pelaksanaan proyek direncanakan selama 18 bulan, dengan target penyelesaian tahap pertama pada akhir tahun 2027. Kontrak proyek telah ditandatangani dengan PT Karya Bahagia Sejahtera, perusahaan konstruksi terpercaya yang berpengalaman dalam membangun fasilitas pendidikan.
Pernyataan Pimpinan Universitas
Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. H. Ir. Muhammad Taufiq, S.T., M.Eng., menekankan bahwa proyek ini merupakan manifestasi nyata dari visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan berkualitas dunia di tingkat Asia Tenggara.
“Investasi dalam infrastruktur bukan sekadar menambah bangunan, tetapi merupakan investasi dalam kualitas pendidikan yang akan diterima oleh generasi mahasiswa kita,” tutur Prof. Muhammad Taufiq dalam pidato pembukaan acara peluncuran proyek. Beliau menambahkan bahwa dengan fasilitas yang lebih baik, Unismuh Kendari akan mampu meningkatkan standar akreditasi program studi dan mencapai status akreditasi “Unggul” untuk lebih banyak program akademik.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Dr. Siti Nurhaliza, M.Si., memberikan perspektif tentang relevansi proyek ini dengan pencapaian akademik universitas. “Infrastruktur yang baik adalah fondasi dari proses pembelajaran yang berkualitas. Dengan teknologi dan fasilitas yang terintegrasi, dosen dan mahasiswa akan memiliki ekosistem akademik yang mendukung untuk mencapai learning outcomes yang telah ditetapkan dalam kurikulum,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Hj. Nurul Fatimah, Ph.D., menghubungkan proyek ini dengan pengembangan soft skills mahasiswa. “Area-area baru yang kami bangun juga difungsikan sebagai learning space untuk pengembangan karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga di lingkungan kampus yang inspiratif,” ungkapnya.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Direktur Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Bambang Setiawan, menjabarkan secara detail tentang dampak yang diharapkan dari proyek ini. Pertama, peningkatan kapasitas dan efektivitas audit akademik yang akan mampu menjangkau lebih banyak program studi dan kegiatan pembelajaran. Dengan ruang kerja yang lebih luas dan teknologi yang terintegrasi, tim LPM dapat menjalankan tugas quality assurance dengan lebih sistematis dan komprehensif.
Kedua, implementasi sistem manajemen informasi akademik terbaru yang akan menghubungkan semua data akademik universitas secara real-time. Hal ini memungkinkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data yang akurat.
Ketiga, peningkatan kepuasan civitas akademika terhadap fasilitas kampus. Survei kepuasan mahasiswa yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa 68% mahasiswa menganggap fasilitas kampus masih perlu ditingkatkan. Dengan pembangunan ini, diharapkan tingkat kepuasan akan meningkat menjadi minimal 85% dalam dua tahun ke depan.
Keempat, peningkatan daya saing Unismuh Kendari dalam kompetisi untuk mendapatkan akreditasi internasional. Berbagai lembaga akreditasi internasional seperti ASEAN University Network (AUN) dan QS World University Rankings mempertimbangkan kualitas infrastruktur sebagai salah satu kriteria penilaian.
Kelima, penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Proyek konstruksi ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 150-200 orang selama periode pelaksanaan 18 bulan.
Komitmen Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan
Aspek penting lainnya dari proyek ini adalah komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Gedung LPM yang dibangun akan menerapkan standar green building dengan sertifikasi GREENSHIP dari Green Building Council Indonesia.
“Dalam desain bangunan, kami menggunakan material yang berkelanjutan, sistem pengelolaan energi yang efisien, dan manajemen air yang optimal. Kami juga menanam 500 pohon baru di sekitar area pembangunan untuk meningkatkan ruang hijau kampus,” jelas Kepala Bagian Infrastruktur dan Fasilitas Unismuh Kendari, Ir. Dedy Kurniawan, M.T.
Komitmen ini sejalan dengan visi sustainability development goals (SDGs) yang dianut oleh Universitas Muhammadiyah Kendari dalam setiap kegiatan operasionalnya.
Penutup
Peluncuran proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus Unismuh Kendari merupakan langkah strategis dalam perjalanan institusi menuju keunggulan akademik. Dengan investasi senilai Rp 47 miliar dan komitmen terhadap kualitas, Unismuh Kendari menunjukkan dedikasi untuk memberikan lingkungan akademik terbaik bagi mahasiswa dan dosen.
Proyek ini bukan hanya tentang fisik bangunan, tetapi merupakan investasi dalam masa depan pendidikan di Sulawesi Tenggara. Diharapkan dengan terwujudnya infrastruktur modern ini, Universitas Muhammadiyah Kendari akan semakin mampu berkontribusi dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang siap menghadapi tantangan global di era digital.
Pembangunan Gedung Lembaga Penjaminan Mutu dan fasilitas pendukung lainnya akan dimulai pada bulan Mei 2026 dan dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2027. Rektor Unismuh Kendari telah menjanjikan transparansi penuh dalam proses pelaksanaan proyek dan akan melibatkan mahasiswa serta dosen dalam setiap tahap pengembangan.
—
Laporan dari Kendari
Foto: Kegiatan peluncuran proyek pembangunan infrastruktur Unismuh Kendari dihadiri oleh pimpinan universitas dan stakeholder terkait (dok. Humas Unismuh Kendari)