KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Pada ajang bergengsi tingkat internasional, tiga mahasiswa dari universitas tersebut berhasil meraih prestasi gemilang di Kompetisi Inovasi Teknologi ASEAN 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 5–8 April 2026. Pencapaian luar biasa ini menunjukkan efektivitas program penjaminan mutu yang telah diimplementasikan Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa.
Tim mahasiswa yang terdiri dari Farhan Rizki Pratama (Program Studi Teknik Informatika), Siti Nurhaliza (Program Studi Teknik Elektro), dan Zainul Arifin (Program Studi Teknik Mesin) berhasil meraih medali emas dalam kategori “Smart Agriculture Innovation” dengan proyek inovatif berjudul “Sistem Monitoring Kualitas Air Lahan Pertanian Berbasis IoT dan Artificial Intelligence untuk Petani Milenial di Sulawesi Tenggara.”
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa program-program unggulan yang dikembangkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Muhammadiyah Kendari telah mampu menciptakan ekosistem akademik yang mendorong inovasi dan kreativitas mahasiswa. Lembaga yang dipimpin oleh Dra. Hasnah Mopangadil, M.Pd., selama lima tahun terakhir telah konsisten melakukan evaluasi, peningkatan standar, dan pengembangan program akademik untuk memastikan lulusan universitas memiliki daya saing global.
Inovasi yang Mengubah Pertanian Lokal
Proyek yang dikerjakan ketiga mahasiswa ini lahir dari perhatian mendalam terhadap permasalahan nyata yang dihadapi petani di Sulawesi Tenggara. Dengan bimbingan Dr. Ir. Bambang Suharso, M.Sc., sebagai pembimbing utama, tim ini mengembangkan sistem terintegrasi yang menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), sensor pintar, dan algoritma machine learning untuk memonitor kualitas air irigasi secara real-time.
“Kami melihat banyak petani di daerah Kendari dan sekitarnya yang masih menggunakan cara tradisional dalam mengelola irigasi. Akibatnya, kualitas air yang tidak terpantau menyebabkan gagal panen dan kerugian ekonomi yang signifikan,” tutur Farhan Rizki Pratama ketika diwawancarai melalui telepon dari Bangkok, beberapa jam sebelum pengumuman pemenang, pada Senin, 7 April 2026.
Sistem yang mereka ciptakan dilengkapi dengan sensor kelembaban tanah, pH meter digital, sensor salinitas, dan kamera thermal yang terhubung dengan cloud computing. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan artificial intelligence untuk memberikan rekomendasi real-time kepada petani melalui aplikasi mobile yang user-friendly.
“Aplikasi ini dirancang khusus agar mudah digunakan oleh petani, bahkan mereka yang tidak terlalu paham teknologi. Interface-nya sederhana, notifikasi berupa SMS dan WhatsApp untuk aksesibilitas maksimal,” tambah Siti Nurhaliza, menjelaskan aspek desain yang sangat mempertimbangkan kebutuhan end-user.
Inovasi ini telah diuji coba pada 15 petani di Desa Pondok Agung, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe selama enam bulan sebelum kompetisi. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air sebesar 34 persen dan peningkatan hasil panen sebesar 28 persen.
Komitmen Lembaga Penjaminan Mutu dalam Pembinaan Mahasiswa
Pencapaian luar biasa ini tidak terlepas dari dukungan penuh Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Kendari. Lembaga yang bertanggung jawab atas jaminan kualitas akademik telah menjalankan berbagai program terstruktur untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi mahasiswa berprestasi.
Dra. Hasnah Mopangadil, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini dalam wawancara eksklusif di kantor LPM, Kamis, 10 April 2026.
“Ini adalah hasil dari kerja keras yang konsisten selama lima tahun. Kami tidak hanya fokus pada standar akademik di dalam kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kompetisi tingkat nasional dan internasional. Program mentoring intensif, penelitian terapan, dan kolaborasi dengan industri adalah fondasi kesuksesan ini,” jelas Dra. Hasnah dengan penuh antusiasme.
Lebih lanjut, Kepala LPM tersebut menjelaskan bahwa universitas telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung mahasiswa yang akan mengikuti kompetisi bergengsi. “Kami memberikan travel grant, biaya pendaftaran kompetisi, dan yang terpenting, mentor berpengalaman yang bisa membimbing mereka menyiapkan presentasi dan prototype yang excellent,” tuturnya.
Program unggulan LPM juga mencakup Workshop Kewirausahaan dan Inovasi yang diadakan setiap semester, mentoring one-on-one dengan dosen penasehat akademik yang dipilih khusus, serta akses ke fasilitas laboratorium terkini. Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai industri dan lembaga penelitian untuk memberikan kesempatan magang dan penelitian kepada mahasiswa berbakat.
“Kami percaya bahwa mahasiswa berbakat harus mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang, terlepas dari asal daerah atau latar belakang ekonomi mereka. Oleh karena itu, sistem pembiayaan kami sangat fleksibel,” tambah Dra. Hasnah.
Prestasi Nasional yang Juga Membanggakan
Sebelum meraih emas di tingkat internasional, ketiga mahasiswa ini juga telah membuktikan keunggulan mereka di level nasional. Pada bulan Februari 2026, mereka berhasil memenangkan kompetisi Inovasi Mahasiswa Indonesia (IMI) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta. Prestasi ini memberikan legitimasi akademik yang kuat sebelum mereka berkompetisi di ajang ASEAN.
“Kemenangan di IMI memberi kami kepercayaan diri dan masukan berharga dari para juri. Kami kemudian melakukan penyempurnaan berdasarkan saran-saran tersebut sebelum mempersiapkan diri untuk kompetisi ASEAN,” kata Zainul Arifin, ketika dimintai penjelasan tentang progres pengembangan proyek mereka.
Program pembinaan intensif yang dilakukan oleh LPM juga melibatkan kolaborasi dengan dosen-dosen terbaik dari berbagai program studi. Dr. Ir. Bambang Suharso, pembimbing utama, merupakan dosen dengan track record penelitian yang sangat baik, dengan puluhan publikasi internasional dan pengalaman mentoring yang luas. Beliau juga telah memenangkan berbagai penghargaan riset dari berbagai institusi nasional.
“Saya bangga dapat membimbing ketiga mahasiswa ini. Mereka memiliki dedikasi yang luar biasa, tidak pernah menyerah menghadapi hambatan teknis, dan selalu terbuka terhadap masukan. Itulah kualitas yang membuat mereka berhasil,” ujar Dr. Bambang Suharso dalam komentar tertulisnya kepada penulis, pada 9 April 2026.
Dampak Terhadap Reputasi dan Akreditasi Universitas
Prestasi internasional ini tentu saja membawa dampak positif yang signifikan bagi reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari. Universitas yang berdiri sejak 1981 ini semakin dikenal sebagai institusi pendidikan yang mampu menghasilkan inovator dan problem solver yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ridha, M.Sc., dalam siaran resmi yang dikeluarkan oleh Humas Universitas pada 8 April 2026, menyatakan apresiasi mendalam terhadap pencapaian ini.
“Prestasi mahasiswa kami di Bangkok bukan hanya sekadar piala atau medali, tetapi representasi nyata dari visi universitas untuk menjadi pusat keunggulan akademik di kawasan Sulawesi Tenggara. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” demikian pernyataan Rektor Ridha.
Pencapaian ini juga berkontribusi positif terhadap proses akreditasi universitas. Dalam evaluasi akreditasi institusional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun lalu, universitas mendapat nilai 3.60 dari 4.00 (kategori “A”). Prestasi mahasiswa dalam kompetisi internasional menjadi salah satu indikator kuat dalam penilaian kualitas pembelajaran dan relevansi program akademik.
Lebih penting lagi, pencapaian ini mendorong peningkatan standar dalam program-program studi yang mendasarinya. Program Studi Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin kini menerima pengakuan lebih luas dari dunia industri dan akademik.
Pembelajaran dan Motivasi untuk Mahasiswa Lain
Kisah sukses ketiga mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk meningkatkan komitmen terhadap pembelajaran dan inovasi. Lembaga Penjaminan Mutu sudah merencanakan serangkaian kegiatan sharing experience dan workshop yang melibatkan Farhan, Siti, dan Zainul sebagai pembicara.
“Kami akan mengadakan seminar terbuka untuk semua mahasiswa, terutama mereka yang tertarik dengan inovasi dan entrepreneurship. Ketiga mahasiswa juara akan berbagi pengalaman, tantangan yang mereka hadapi, dan tips sukses dalam mengikuti kompetisi internasional,” papar Dra. Hasnah Mopangadil.
Rencana ini adalah bagian dari strategi LPM untuk menciptakan kultur inovasi yang lebih luas di lingkungan kampus. Universitas Muhammadiyah Kendari juga sedang mengembangkan Innovation Hub, sebuah fasilitas khusus yang akan menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan ide-ide inovatif menjadi prototype dan produk nyata.
Dukungan Ekosistem Akademik yang Holistik
Kesuksesan ketiga mahasiswa ini juga mencerminkan komitmen holistik universitas terhadap pengembangan mahasiswa. Selain program akademik yang ketat, universitas juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti laboratorium dengan peralatan modern, perpustakaan digital, akses ke journal internasional, dan program mentoring dengan alumni sukses.
Program kesejahteraan mahasiswa juga turut mendukung, dengan adanya beasiswa berprestasi, tempat tinggal mahasiswa yang nyaman, fasilitas kesehatan, dan counseling center. Hal ini memastikan bahwa mahasiswa dapat fokus pada studi dan pengembangan diri mereka tanpa terbebani masalah eksternal yang serius.
“Universitas kami memahami bahwa mahasiswa yang bahagia dan terpenuhi kebutuhan dasarnya akan lebih produktif dalam belajar dan berinovasi. Oleh karena itu, kami investasi cukup besar dalam infrastruktur dan layanan pendukung,” jelas Prof. Ridha dalam wawancara lanjutan pada 10 April 2026.
Rencana Ke Depan dan Ekspansi Program Inovasi
Memasuki tahun akademik 2026/2027, Universitas Muhammadiyah Kendari merencanakan ekspansi signifikan dalam program-program inovasi dan kewirausahaan. LPM sedang menyusun roadmap lima tahun untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang berpartisipasi dalam kompetisi internasional dari saat ini rata-rata 8 mahasiswa per tahun menjadi 25 mahasiswa pada 2031.
“Target kami adalah memiliki setidaknya satu mahasiswa atau tim mahasiswa yang meraih medali emas di kompetisi internasional bergengsi setiap tahunnya. Untuk itu, kami akan meningkatkan investasi dalam penelitian terapan dan mentoring berkualitas tinggi,” ungkap Dra. Hasnah.
Universitas juga sedang merencanakan pembukaan dua program studi baru yang lebih fokus pada inovasi dan teknologi tepat guna, yaitu Program Studi Teknik Biomedis dan Program Studi Teknik Pertanian Presisi. Kedua program ini akan diluncurkan pada tahun akademik 2027/2028 dengan kurikulum yang dirancang berdasarkan kebutuhan industri dan riset pasar yang mendalam.
Penutup: Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di kompetisi inovasi teknologi ASEAN 2026 merupakan milestone penting dalam perjalanan institusi menuju menjadi universitas berkelas dunia. Medali emas yang diraih Farhan Rizki Pratama, Siti Nurhaliza, dan Zainul Arifin bukan sekadar penghargaan akademis, tetapi juga bukti konkret bahwa sistem penjaminan mutu yang telah dibangun oleh Lembaga Penjaminan Mutu telah efektif meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan dukungan yang konsisten dari pimpinan universitas, dedikasi dosen pembimbing, fasilitas yang memadai, dan semangat mahasiswa yang tinggi, Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan bahwa institusi pendidikan di daerah juga mampu menghasilkan inovasi berkelas dunia yang bermakna bagi masyarakat.
Rencana strategis untuk tahun-tahun mendatang menunjukkan bahwa pencapaian ini baru saja permulaan. Dengan visi yang jelas, komitmen yang kuat, dan tata kelola yang baik, Universitas Muhammadiyah Kendari siap menjadi ujung tombak inovasi dan pendidikan berkualitas tinggi di Indonesia Timur