harga cabai rawit merah jelang Ramadan 2026

Harga Pangan Bergejolak Menjelang Ramadan: Cabai Rawit Merah Jadi Sorotan

Menjelang Ramadan, dapur rumah tangga dan pelaku usaha kuliner biasanya memasuki fase “waspada harga”. Polanya hampir selalu sama: permintaan meningkat, distribusi makin padat, dan sejumlah komoditas sensitif—terutama bumbu segar—mudah berfluktuasi. Tahun ini, sorotan terbesar jatuh pada cabai rawit merah yang kembali menunjukkan kenaikan tajam di level eceran.

Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp 89.350/kg pada 17 Februari 2026 (pukul 10.00 WIB) menurut laporan media yang mengutip data PIHPS. Di waktu yang sama, media tersebut juga mencatat bahwa sehari sebelumnya (16 Februari 2026) cabai rawit merah berada di kisaran Rp 79.550/kg, yang berarti terjadi lonjakan harian yang cukup terasa bagi konsumen.

Namun, di sisi lain, tampilan data PIHPS di laman Bank Indonesia menunjukkan angka rata-rata nasional cabai rawit merah pada 17 Februari 2026 berada di kisaran Rp 80.700/kg (dengan perubahan harian sekitar +5,98% atau +Rp 4.550). Perbedaan angka ini umumnya muncul karena perbedaan waktu pembaruan, metode agregasi, atau variasi antarwilayah (harga cabai memang sangat “lokal”—beda pasar, beda jam, bisa beda jauh). Yang jelas, sinyalnya sama: cabai rawit merah sedang mahal dan bergerak naik.

Kenapa cabai rawit merah mudah “meledak” harganya?

Cabai rawit merah adalah komoditas yang unik: ia dibutuhkan harian, tetapi pasokannya rentan. Ada beberapa faktor yang biasanya bertemu menjelang Ramadan dan memicu lonjakan.

1) Permintaan naik karena pola konsumsi berubah

Ramadan memunculkan rutinitas baru: sahur dan buka puasa. Banyak keluarga menambah intensitas belanja bumbu segar, sementara UMKM makanan dan minuman ikut menaikkan produksi. Cabai rawit merah, sebagai “penggerak rasa pedas”, ikut terkerek permintaannya—apalagi saat tren makanan pedas masih kuat.

2) Pasokan sensitif terhadap cuaca dan produktivitas panen

Cabai sangat dipengaruhi cuaca: curah hujan tinggi dapat memengaruhi kualitas, mempercepat pembusukan, atau mengganggu panen dan distribusi. Ketika kualitas turun, suplai cabai yang layak jual berkurang. Di saat yang sama, biaya sortir dan kehilangan (waste) meningkat—dan ujungnya harga eceran naik.

3) Distribusi: rantai pasok panjang + biaya logistik

Cabai rawit merah sering melewati beberapa mata rantai: petani → pengepul → pedagang besar → pedagang eceran. Setiap tahap menambah biaya: transportasi, penyusutan, kemasan, sampai risiko kerusakan. Menjelang hari besar, arus barang makin padat, biaya angkut bisa naik, dan keterlambatan pasokan mudah terjadi.

Lonjakan ini bukan peristiwa tunggal: ada tren sejak awal Februari

Kenaikan cabai rawit merah menjelang Ramadan 2026 bisa dibaca sebagai bagian dari tren lebih panjang. Di awal Februari, harga cabai rawit merah dalam data yang dikutip media dari PIHPS sudah berada pada kisaran Rp 68.850/kg (5 Februari 2026). Pada 6 Februari, cabai rawit merah dilaporkan naik lagi menjadi Rp 76.400/kg. Artinya, dalam rentang kurang dari dua pekan, harga bergerak naik cukup tajam sebelum akhirnya menembus kisaran Rp 80–89 ribu/kg pada pertengahan Februari.

Dengan pola seperti ini, wajar jika konsumen merasa “mendadak mahal”, karena kenaikannya terasa bertahap tetapi konsisten.

Bagaimana pemerintah membaca situasi?

Dalam pekan-pekan menjelang Ramadan, pemerintah biasanya memperkuat pemantauan melalui berbagai kanal data dan inspeksi pasar. Misalnya, ada pemberitaan tentang peninjauan harga bapok oleh Kementerian Perdagangan menjelang periode hari besar, yang menekankan pemantauan rutin dan menjaga stabilitas melalui instrumen pengawasan harga.

Selain PIHPS, ada pula rujukan harga dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang kerap dipakai media untuk menggambarkan kondisi stabilitas pangan strategis. Pada awal Februari, pemberitaan berbasis data Bapanas juga menegaskan bahwa beberapa komoditas cenderung melandai, tetapi cabai rawit merah tetap menjadi salah satu yang naik/tinggi.

Poin pentingnya: pemerintah biasanya melihat ini sebagai fluktuasi yang perlu dijaga agar tidak berubah menjadi lonjakan berkepanjangan—karena cabai ikut membentuk persepsi inflasi rumah tangga (meski kontribusinya terhadap inflasi nasional bisa berbeda-beda tiap periode).

Dampak langsung di masyarakat: rumah tangga dan UMKM paling terasa

Rumah tangga

Cabai rawit merah termasuk belanja “harian” bagi banyak keluarga. Saat harga tembus Rp 80–90 ribu/kg, strategi belanja jadi berubah: porsi cabai dikurangi, beralih ke cabai jenis lain, atau mengandalkan stok olahan.

UMKM kuliner

Warung makan, penjual sambal, ayam geprek, seblak, bakso pedas, hingga katering berbuka biasanya tertekan dari dua sisi: permintaan naik, tetapi biaya produksi ikut naik. Dilema klasik muncul: menaikkan harga menu berisiko menurunkan pembeli, tetapi mempertahankan harga bisa menggerus margin.

Tips praktis menghadapi harga cabai yang tinggi

Berikut langkah yang realistis (tanpa mengorbankan rasa):

  1. Campur jenis cabai
    Kombinasikan rawit merah dengan cabai merah keriting/besar untuk menjaga karakter pedas sekaligus menekan biaya. Data PIHPS juga menunjukkan cabai merah besar/keriting cenderung lebih rendah dibanding rawit merah pada periode yang sama.
  2. Buat stok cabai olahan
    Blender cabai dengan sedikit minyak dan garam, lalu tumis hingga matang (sambal dasar). Simpan dalam wadah kecil di kulkas/freezer. Cara ini menekan pembusukan dan mengurangi belanja harian.
  3. Belanja di jam yang tepat
    Di beberapa pasar, harga lebih kompetitif saat pasokan baru datang (pagi) atau menjelang pasar tutup (sore). Memang tidak selalu, tapi layak dicoba.
  4. UMKM: hitung ulang porsi dan standar resep
    Saat cabai tinggi, ubah strategi: pedas “opsional” (level 1–5), sambal premium berbayar, atau porsi sambal disesuaikan. Yang penting transparan agar pelanggan tidak merasa “turun kualitas diam-diam”.

Apa yang perlu dipantau dalam beberapa hari ke depan?

Jika Ramadan dimulai sekitar 19 Februari 2026, maka fase paling rawan biasanya adalah H-7 sampai pekan pertama Ramadan, ketika permintaan naik cepat. Hal yang perlu dipantau:

  • Pergerakan harga harian di PIHPS (mudah terlihat naik/turun).
  • Kelancaran pasokan dari sentra produksi (cuaca, panen, distribusi).
  • Langkah stabilisasi: operasi pasar, pemantauan intensif, dan koordinasi antarinstansi yang biasanya meningkat jelang HBKN.

Penutup

Lonjakan cabai rawit merah menjelang Ramadan 2026 menunjukkan satu hal: komoditas segar dengan rantai pasok sensitif akan selalu menjadi indikator “panas-dinginnya” harga pangan. Dengan data yang mengarah ke kisaran Rp 80–89 ribu/kg pada 17 Februari 2026, wajar bila cabai rawit merah menjadi sorotan utama.

Kabar baiknya, fluktuasi seperti ini biasanya mereda ketika pasokan kembali stabil—asal distribusi lancar dan tidak ada gangguan cuaca berkepanjangan. Sambil menunggu normalisasi, strategi belanja cerdas dan penyesuaian resep bisa membantu rumah tangga dan UMKM tetap “selamat” tanpa kehilangan cita rasa.

More From Author

Universitas Muhammadiyah Kendari Gelar Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026, Pejabat Kampus Apresiasi Kreativitas Generasi Muda

8 thoughts on “Harga Pangan Bergejolak Menjelang Ramadan: Cabai Rawit Merah Jadi Sorotan

  1. My coder is trying to convince me to move to .net from
    PHP. I have always disliked the idea because of the expenses.
    But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on a variety of websites for about
    a year and am worried about switching to another platform.
    I have heard good things about blogengine.net. Is there a way I can import all my wordpress
    posts into it? Any help would be greatly appreciated!

  2. I relish, lead to I discovered exactly what I used to be taking a look for.
    You have ended my 4 day long hunt! God Bless you man. Have a nice
    day. Bye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
kampusyogyakarta
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw